Panduan Cara

Broken Link Adalah? Cara Menemukan dan Membersihkan Tautan Rusak di Website

  • 16 menit untuk membaca
  • Tim Hostragons
Broken Link Adalah? Cara Menemukan dan Membersihkan Tautan Rusak di Website

Broken link atau tautan rusak adalah pranala pada sebuah halaman web yang masih bisa diklik, tetapi mengarahkan pengunjung ke alamat yang sudah tidak berfungsi, dihapus, dipindahkan, atau tidak dapat diakses. Masalah ini paling sering muncul dengan kode error 404 halaman tidak ditemukan; namun error 403 akses ditolak, error 500 server internal, rantai redirect yang salah, atau halaman eksternal yang sudah kedaluwarsa juga bisa menjadi penyebab broken link. Tautan rusak merusak pengalaman pengguna, menghamburkan crawl budget, dan bisa berdampak negatif pada performa SEO. Karena itu, broken link harus dideteksi secara rutin, diperbarui dengan URL yang benar, dialihkan via 301 redirect, atau jika sudah tidak diperlukan, dihapus total.

Sebuah website bisa memiliki ratusan konten, halaman produk, artikel blog, gambar, PDF, kategori, dan tautan promosi. Semakin besar situs, semakin rumit struktur tautannya. Setelah melakukan tindakan seperti menghapus konten, mengubah URL, migrasi domain, transisi ke SSL, ganti tema, atau menghapus plugin, tanpa sadar banyak broken link bisa muncul. Khususnya untuk situs korporat, proyek e-commerce, dan blog yang rutin memproduksi konten, pengecekan broken link harus menjadi bagian standar dari perawatan SEO teknis.

Dalam panduan ini, kita akan membahas konsep broken link, dampaknya terhadap SEO dan pengalaman pengguna, metode menemukan tautan rusak, serta langkah-langkah pembersihannya secara aplikatif. Anda juga akan menemukan frekuensi pengecekan praktis untuk situs skala kecil, menengah, dan besar, alat yang bisa digunakan, serta strategi redirect yang tepat.

Broken link adalah kondisi di mana sebuah tautan pada halaman web gagal mengantarkan pengguna ke sumber yang dituju. Saat pengguna mengklik tautan tersebut, halaman, file, gambar, atau sumber eksternal yang diharapkan tidak muncul. Secara teknis, kondisi ini biasanya dikenali melalui kode status HTTP. Misalnya, kode 404 menandakan halaman tidak ditemukan, kode 410 berarti halaman telah dihapus permanen, kode 500 menunjukkan adanya error di sisi server, sementara kode redirect seperti 301 dan 302 mengindikasikan halaman telah dipindahkan ke alamat lain.

Tidak semua redirect berarti broken link. Contohnya, jika URL blog lama telah dialihkan dengan benar ke alamat baru menggunakan 301, secara teknis itu bukan tautan rusak. Namun, jika tautan awalnya mengarah ke URL lama, lalu ke URL lain, kemudian ke alamat yang berbeda lagi, maka terbentuklah rantai redirect. Kondisi ini tidak hanya memperlambat pengguna, tetapi juga mempersulit mesin pencari merayapi halaman secara efisien.

Broken link dapat dikelompokkan menjadi dua kategori utama: tautan internal dan tautan eksternal. Broken link internal adalah tautan salah yang mengarah ke halaman, gambar, atau file di dalam domain Anda sendiri. Sementara broken link eksternal adalah tautan ke situs lain yang sudah tidak berfungsi. Keduanya sama-sama penting; namun, broken link internal biasanya memerlukan penanganan lebih darurat dari segi SEO.

Broken link internal adalah tautan rusak yang berada di dalam website yang sama. Misalnya, di sebuah artikel blog Anda menautkan ke halaman layanan lama, dan kemudian URL halaman layanan tersebut diubah. Jika tautan lama tidak diperbarui, pengguna akan mendarat di halaman 404. Di situs e-commerce, produk yang habis stok, URL kategori yang berubah, dan halaman promosi yang dihapus adalah penyebab paling umum dari masalah ini.

Broken link eksternal adalah tautan ke website lain yang sudah tidak berfungsi. Halaman riset yang Anda jadikan referensi mungkin sudah dipindahkan, ditutup, atau diblokir aksesnya. Meskipun masalah ini tidak bersumber dari server Anda, tetap saja menciptakan pengalaman buruk bagi pengguna. Selain itu, sinyal kredibilitas Anda bisa melemah karena pengguna tidak bisa mengakses sumber yang Anda rekomendasikan.

Tautan Gambar, File, dan Media

Broken link bukan hanya sebatas tautan teks. File gambar yang dihapus, PDF yang dipindahkan, sumber video yang dihilangkan, atau file CSS dan JavaScript yang error juga bisa dianggap sebagai sumber daya rusak. Khususnya gambar yang gagal dimuat dapat merusak tampilan halaman. Sementara itu, file CSS atau JavaScript yang tidak berfungsi bisa mempengaruhi fungsi penting seperti menu, formulir, langkah pembayaran, atau keranjang belanja.

Mesin pencari menjelajahi website melalui tautan. Struktur tautan yang sehat memungkinkan bot merayapi halaman Anda dengan lebih lancar dan memahami hubungan antar halaman. Saat broken link menumpuk, struktur ini menjadi rusak. Satu broken link mungkin tidak menyebabkan kerugian SEO yang besar; tetapi akumulasi tautan error yang sistematis akan menurunkan kualitas teknis situs.

  • Menghamburkan crawl budget: Googlebot dan bot lainnya merayapi situs Anda dengan sumber daya terbatas. Terlalu banyak error 404 atau redirect yang salah bisa menyebabkan halaman penting lebih lambat ditemukan.
  • Menurunkan pengalaman pengguna: Saat pengguna mengklik tautan dan mendapati halaman error, kemungkinan mereka meninggalkan situs meningkat. Hal ini juga bisa mempengaruhi tingkat konversi.
  • Melemahkan otoritas internal link: Internal link yang strategis berfungsi mengalirkan otoritas ke halaman penting. Tautan yang rusak memutus aliran ini.
  • Mengurangi persepsi kepercayaan: Tautan yang usang, tidak terawat, dan tidak berfungsi merusak citra profesional merek Anda.
  • Menyebabkan masalah cakupan indeks: Redirect yang salah, dikombinasikan dengan error noindex atau tag kanonikal yang keliru, dapat memperparah masalah pengindeksan.

Sebagai contoh, sebuah blog dengan 300 artikel, di mana setiap artikel rata-rata memiliki 5 tautan, berarti total ada 1500 tautan. Jika 5 persen dari tautan tersebut menjadi broken link, maka akan ada 75 tautan bermasalah. Jika jumlah ini mempengaruhi halaman kategori, produk, atau panduan yang sering diklik pengguna, dampak SEO-nya bisa sangat terasa. Inilah mengapa pembersihan broken link bukan sekadar perbaikan error, melainkan optimalisasi kesehatan situs secara menyeluruh.

Penyebab broken link biasanya berkaitan dengan perubahan teknis, kesalahan manajemen konten, atau perubahan sumber daya eksternal seiring waktu. Berikut adalah alasan paling umum terjadinya broken link:

  • Halaman dihapus atau diubah statusnya menjadi draf
  • Struktur URL diubah dan alamat lama tidak dialihkan
  • Perubahan domain atau proses migrasi subdomain
  • Konten campuran (mixed content) setelah transisi dari HTTP ke HTTPS
  • URL ditulis salah, huruf kurang, spasi berlebih, atau penggunaan karakter yang tidak valid
  • Halaman produk, kategori, promosi, atau tag dihapus
  • Situs eksternal tutup atau memindahkan kontennya
  • Error server, masalah izin akses, atau path file yang salah
  • Perubahan plugin, tema, atau page builder di WordPress
  • File gambar dan media dihapus dari library

Risiko broken link meningkat terutama saat proses migrasi situs. Dalam proses seperti ganti hosting, transisi server, atau perpanjangan domain, path file dan URL database harus diperbarui dengan benar. Dalam proses seperti ini, penting untuk menggunakan infrastruktur yang andal. Sebagai contoh, sebelum memindahkan website, untuk perencanaan backup dan DNS, Anda bisa mengevaluasi layanan di halaman Hosting Web dan Kueri Domain.

Untuk menemukan broken link, Anda bisa menggunakan pengecekan manual, alat dari mesin pencari, crawler desktop, SEO tools berbasis cloud, dan plugin CMS. Hasil paling akurat biasanya didapatkan dengan menggabungkan beberapa metode sekaligus. Pasalnya, setiap alat memiliki kedalaman crawling, batas kecepatan, dan logika pelaporan yang berbeda.

1. Cek dengan Google Search Console

Google Search Console adalah alat fundamental untuk memahami masalah crawling dan indeks yang dilihat oleh Google. Pada laman indeks dan laporan halaman di menu kiri, Anda bisa melihat kondisi seperti error 404, error redirect, error server, atau halaman alternatif. URL yang muncul di sini adalah prioritas karena mencerminkan masalah yang benar-benar ditemui Google.

Langkah penerapan:

  • Buka properti Search Console Anda.
  • Buka laporan Halaman atau Cakupan Indeks.
  • Periksa bagian Tidak Ditemukan 404, Error Server 5xx, dan Error Redirect.
  • Ekspor URL dan kelompokkan berdasarkan tingkat kepentingannya.
  • Putuskan untuk setiap URL apakah akan diperbarui, dialihkan, atau dihapus.

2. Site Crawler Seperti Screaming Frog

Screaming Frog SEO Spider, Sitebulb, atau alat desktop serupa merayapi situs layaknya bot mesin pencari. Dengan alat ini, halaman 404, gambar error, rantai redirect, broken link eksternal, judul yang hilang, dan kode status bisa dilihat secara detail. Untuk situs kecil, batas gratis mungkin sudah cukup; untuk situs besar, penggunaan berlisensi akan lebih efisien.

Contoh praktis: Pada situs dengan 1000 URL, jalankan crawling dan pilih filter Client Error 4xx di tab Response Codes untuk melihat daftar tautan yang error. Dari bagian Inlinks, Anda bisa melihat halaman mana saja yang menautkan ke URL bermasalah tersebut. Dengan begitu, Anda tidak hanya memperbaiki URL yang rusak, tetapi juga halaman sumber yang menautkannya.

3. Plugin WordPress

Untuk situs yang menggunakan WordPress, plugin seperti Broken Link Checker bisa menampilkan tautan rusak langsung dari panel. Namun, jika plugin semacam ini berjalan terus-menerus di latar belakang, bisa menguras sumber daya server. Oleh karena itu, untuk situs besar, lebih sehat untuk menjalankan plugin hanya pada periode tertentu, mengambil laporannya, lalu menonaktifkannya kembali.

Untuk menjaga performa situs WordPress Anda, infrastruktur hosting yang berkualitas juga penting. Agar situs tidak melambat saat proses crawling yang memakan sumber daya tinggi, Anda bisa mempertimbangkan solusi Hosting WordPress, dan gunakan Sertifikat SSL untuk koneksi yang aman.

Ahrefs, Semrush, Moz, Sitechecker, Dr. Link Check, dan alat sejenis dapat digunakan untuk menemukan broken link. Alat-alat ini sangat berguna terutama untuk analisis profil tautan eksternal dan backlink. Anda juga bisa melihat broken backlink yang masuk ke situs Anda dari luar. Jika ada tautan dari situs berotoritas tinggi yang mengarah ke URL yang salah, Anda bisa mengurangi kehilangan nilainya dengan membuat 301 redirect ke halaman yang benar.

5. Pengecekan Manual dan Data Analitik

Pengecekan manual tetap penting. Terutama menu, tautan footer, corong penjualan, halaman pembayaran, formulir kontak, dan tombol promosi harus diuji satu per satu. Memantau jumlah tampilan halaman 404 Anda di Google Analytics atau alat analisis serupa juga merupakan metode yang baik. Jika halaman 404 sering dilihat, Anda harus menyelidiki dari URL lama mana saja pengguna berasal.

Tabel Perbandingan Alat Pencari Broken Link
MetodePenggunaan Paling CocokKeunggulanHal yang Perlu Diperhatikan
Google Search ConsoleError indeks dan crawling yang dilihat GoogleGratis dan menyajikan data langsung dari GoogleMungkin tidak menampilkan semua tautan situs secara real-time
Screaming FrogAudit SEO teknis dan broken link internalMemberikan laporan detail kode status dan inlinkSitus besar mungkin memerlukan lisensi dan konfigurasi yang tepat
Plugin WordPressSitus WordPress skala kecil dan menengahMudah digunakan dari panelJika terus aktif, bisa mempengaruhi performa
Ahrefs atau SemrushTautan eksternal dan error dari backlinkDapat sekaligus menganalisis kompetitor dan tautan luarUmumnya berbayar
Tes ManualMenu, CTA, formulir, dan halaman konversi kritisMemungkinkan Anda melihat langsung pengalaman penggunaMemakan waktu dan tidak cukup untuk situs besar jika dilakukan sendiri

Menemukan broken link hanyalah separuh dari proses. Nilai sesungguhnya tercipta saat Anda memilih aksi yang tepat untuk setiap tautan. Mengalihkan setiap halaman 404 secara otomatis ke halaman utama bukanlah tindakan yang benar. Pendekatan ini merusak maksud pengguna dan bisa menyebabkan masalah soft 404. Metode terbaik adalah memutuskan berdasarkan nilai historis halaman, situasi trafik, sumber tautan yang mengarah padanya, dan tujuan pengguna.

1. Perbarui URL yang Salah dengan URL yang Benar

Jika tautan hanya salah tulis, solusi paling bersih adalah membetulkan URL-nya. Misalnya, jika seharusnya tertulis /blog/ssl-sertifikasi tetapi malah /blog/ssl-sertfikasi, perbarui tautan tersebut di halaman sumbernya. Dengan demikian, pengguna langsung menuju alamat yang benar dan tidak terjadi redirect yang tidak perlu.

2. Lakukan 301 Redirect Permanen

Jika halaman telah dipindahkan secara permanen ke alamat baru, gunakan 301 redirect. Kode 301 memberi tahu mesin pencari bahwa halaman tersebut telah pindah permanen. Contohnya, jika URL layanan lama adalah /linux-hosting dan URL barunya menjadi /hosting/linux-hosting, mengalihkan alamat lama ke alamat baru adalah langkah yang masuk akal.

Saat melakukan redirect, perhatikan aturan berikut:

  • Arahkan halaman lama ke halaman baru yang paling relevan.
  • Jangan mengirim setiap 404 ke halaman utama.
  • Jangan membuat rantai redirect; URL lama harus langsung menuju URL final.
  • Periksa semua variasi saat transisi dari HTTP ke HTTPS.
  • Minta validasi di Search Console setelah redirect diterapkan.

3. Hapus Tautan yang Tidak Diperlukan

Beberapa tautan mungkin sudah tidak memiliki padanan lagi. Misalnya, jika Anda menautkan ke halaman acara yang sudah bertahun-tahun ditutup atau promosi yang sudah tidak berlaku, menghapus tautan tersebut mungkin merupakan opsi terbaik. Jika alur teks membutuhkan sumber, berikan tautan ke sumber alternatif yang terkini dan terpercaya.

4. Gunakan Kode Status 410 Secara Sadar

410 Gone menandakan bahwa sebuah halaman telah dihapus secara permanen. Meskipun mirip dengan 404, kode ini memberikan sinyal yang lebih jelas ke mesin pencari. Jika Anda yakin konten tidak akan kembali dan tidak ada alternatif yang setara, 410 bisa digunakan. Namun, untuk halaman yang memiliki nilai SEO, menerima backlink, atau mendatangkan trafik, evaluasi dulu peluang redirect yang sesuai sebelum menerapkan 410.

5. Perbaiki Tautan Gambar dan File yang Rusak

Untuk gambar yang hilang, periksa library media, path file, dan pengaturan CDN. Jika file gambar benar-benar terhapus, unggah ulang atau hapus referensi gambar yang relevan. Jika file seperti PDF, katalog, e-book, atau panduan pengguna dipindahkan, perbarui tautannya dengan path file yang baru.

6. Cari Sumber Alternatif untuk Tautan Eksternal

Jika sebuah tautan eksternal tidak berfungsi, cari dulu URL baru dari sumber yang sama. Jika tidak ditemukan, berikan tautan ke sumber terpercaya lainnya. Penelitian akademis, dokumen resmi, dokumentasi produk, atau halaman lembaga standar bisa menjadi sumber yang lebih tahan lama. Jangan membuat redirect ke sumber yang tidak relevan hanya demi menjaga agar tautan tetap ada.

Alur Kerja Pembersihan Broken Link Langkah demi Langkah

Dalam pekerjaan SEO teknis profesional, pembersihan broken link dilakukan dengan urutan tertentu. Alur kerja berikut dapat diterapkan dari blog kecil hingga situs korporat besar:

  1. Lakukan crawling situs: Keluarkan laporan dengan Search Console, Screaming Frog, dan jika memungkinkan, alat SEO eksternal.
  2. Klasifikasikan URL: Pisahkan menjadi 404, 410, 5xx, rantai redirect, gambar rusak, dan tautan eksternal.
  3. Tentukan prioritas: Perbaiki terlebih dahulu URL yang mendatangkan trafik, menghasilkan konversi, memiliki backlink, dan berada di menu.
  4. Temukan halaman sumber: Identifikasi dari halaman mana tautan yang error itu diberikan.
  5. Pilih aksi yang tepat: Putuskan apakah akan memperbarui, membuat 301 redirect, menghapus, atau menambahkan sumber alternatif.
  6. Terapkan dan uji: Setelah perubahan, cek ulang tautan di browser dan dengan alat crawling.
  7. Lakukan validasi Search Console: Mulai validasi agar Google mengevaluasi ulang error tersebut.
  8. Buat laporan: Catat berapa banyak error yang diperbaiki, redirect apa saja yang ditambahkan, dan risiko yang tersisa.

Dalam proses ini, mengambil cadangan situs Anda sangatlah kritis. Terutama sebelum operasi .htaccess, konfigurasi Nginx, pembaruan URL database, atau redirect massal, backup penuh harus diambil. Adanya fitur seperti backup otomatis, file manager, dan manajemen SSL di panel hosting Anda akan memudahkan proses perawatan. Terkait hal ini, Anda bisa meninjau opsi Hosting Korporat dan Sertifikat SSL.

Hal yang Perlu Diperhatikan Menurut Standar SEO 2026

Di tahun 2026, SEO bukan hanya tentang peringkat kata kunci. Mesin pencari mengevaluasi kepuasan pengguna, pengalaman halaman, aksesibilitas teknis, dan kepercayaan secara bersamaan. Manajemen broken link adalah bagian penting dari kesatuan ini. Khususnya hasil pencarian yang didukung kecerdasan buatan, yang berusaha memberikan jawaban langsung kepada pengguna, semakin membutuhkan sumber daya yang terpercaya, terkini, dan mudah diakses.

Oleh karena itu, saat membersihkan broken link, perhatikan poin-poin berikut:

  • Jaga kebaruan konten: Perbarui tautan ke sumber lama secara berkala.
  • Jangan rusak relevansi topik: Alihkan halaman lama hanya ke halaman baru dengan maksud yang serupa.
  • Pertimbangkan dampak Core Web Vitals: Redirect yang tidak perlu bisa menambah waktu muat halaman.
  • Pastikan konsistensi HTTPS: Gunakan URL HTTPS yang aman sebagai pengganti tautan HTTP.
  • Perbarui peta situs: Sitemap tidak boleh berisi URL yang menghasilkan 404.
  • Periksa tag kanonikal: URL kanonikal tidak boleh menunjuk ke halaman yang rusak.
  • Uji data terstruktur: Tautan URL, logo, atau gambar di dalam Schema harus berfungsi.

Frekuensi pengecekan bervariasi tergantung pada ukuran situs dan kecepatan perubahannya. Untuk situs korporat statis dengan 20 halaman, pengecekan bulanan mungkin sudah cukup. Untuk blog yang menerbitkan beberapa konten seminggu, crawling setiap dua minggu lebih masuk akal. Sementara untuk situs e-commerce dengan ribuan produk, halaman kritis harus dicek harian, dan crawling situs umum dilakukan mingguan.

  • Situs korporat kecil: 1 kali technical crawling dan pengecekan menu per bulan.
  • Blog dan situs konten: 1 kali crawling broken link per 2 minggu, 1 kali pengecekan sumber eksternal per bulan.
  • Situs e-commerce: Crawling umum mingguan, pengecekan instan setelah perubahan produk dan promosi.
  • Setelah migrasi situs: Pengecekan detail pada hari pertama, minggu pertama, dan bulan pertama.
  • Setelah perubahan struktur URL: Segera setelah perubahan, dan ulangi seiring masuknya data Search Console.

Khususnya setelah pekerjaan besar seperti perubahan domain, instalasi SSL, migrasi hosting, dan pembaruan desain, pengecekan broken link tidak boleh ditunda. Untuk operasi domain dan DNS, panduan Transfer Domain serta konten Sertifikat SSL untuk publikasi yang aman bisa sangat membantu.

Mencegah broken link sama pentingnya dengan memperbaikinya. Jika Anda membangun proses manajemen konten dan URL yang solid, Anda akan menghadapi lebih sedikit masalah teknis di masa depan.

  • Tetapkan kebijakan URL permanen: Jangan sering mengubah URL. Gunakan alamat yang singkat, mudah dipahami, dan fokus pada topik.
  • Analisis sebelum menghapus: Sebelum menghapus halaman, lihat data trafik, backlink, dan konversinya.
  • Buat peta redirect: Siapkan pencocokan URL lama-baru saat migrasi situs atau perubahan URL.
  • Perbarui internal link secara teratur: Jangan hanya mengandalkan 301; ganti juga tautan lama di halaman sumber dengan URL baru.
  • Desain halaman 404 yang bermanfaat: Tambahkan kotak pencarian, kategori populer, dan tautan ke halaman utama.
  • Kelola inventaris konten: Dokumentasikan halaman mana yang tayang untuk tujuan apa.
  • Pasang pemantauan otomatis: Gunakan pemantauan uptime dan kode status untuk halaman-halaman kritis.

Halaman 404 Anda tidak boleh membuat pengguna menemui jalan buntu. Halaman 404 yang sesuai merek, informatif, dan memberikan arahan akan mengurangi dampak error. Namun, halaman 404 yang didesain dengan baik bukanlah alternatif untuk memperbaiki broken link; itu hanyalah solusi pendukung untuk mengurangi kehilangan pengguna.

Kesalahan Umum

Beberapa kesalahan yang dilakukan saat pembersihan broken link justru bisa memperparah masalah SEO, bukan menyelesaikannya. Berikut adalah kesalahan yang paling sering ditemui:

  • Mengalihkan semua URL 404 ke halaman utama
  • Tidak menyadari adanya rantai redirect
  • Mengabaikan broken link eksternal sepenuhnya
  • Meninggalkan URL yang sudah dihapus di dalam sitemap
  • Mencoba menyembunyikan error dengan Robots.txt
  • Mengonfigurasi halaman 404 agar mengembalikan kode status 200
  • Menghapus halaman lama yang memiliki backlink tanpa analisis
  • Menggunakan versi HTTP dan HTTPS secara campur aduk

Khususnya halaman 404 yang mengembalikan status 200 OK sangat membingungkan mesin pencari. Pengguna melihat halaman error, tetapi server mengatakan halaman berhasil dimuat. Kondisi ini bisa dinilai sebagai soft 404. Dalam konfigurasi yang benar, halaman error asli harus mengembalikan kode status 404, konten yang dihapus permanen harus memberikan 410, dan konten yang dipindahkan harus menuju ke alamat baru yang relevan dengan 301.

Broken link adalah tautan yang membawa pengguna ke alamat yang tidak berfungsi dan melemahkan pengalaman situs. Meskipun terlihat seperti kesalahan teknis kecil, saat menumpuk, dampaknya bisa negatif terhadap SEO, kepercayaan, konversi, dan efisiensi crawling. Pendekatan yang paling tepat adalah: melakukan crawling rutin, memprioritaskan error, membangun redirect yang relevan, menghapus tautan yang tidak perlu, dan menerapkan daftar periksa secara lengkap saat terjadi perubahan besar seperti migrasi situs.

Dengan menghosting website Anda di infrastruktur Hostragons yang lebih aman, cepat, dan mudah dikelola, Anda dapat mempermudah proses perawatan teknis. Sesuai kebutuhan, Anda bisa meninjau solusi Hosting Web, Hosting WordPress, domain, dan Sertifikat SSL; serta menjadikan pengecekan broken link sebagai bagian dari rutinitas perawatan berkala Anda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Broken link adalah tautan yang saat diklik tidak mengantarkan ke halaman, file, atau sumber daya yang dituju. Biasanya muncul dengan error 404 tidak ditemukan; namun error server, pembatasan akses, dan redirect yang salah juga bisa menyebabkan broken link.

Ya, terutama jika jumlah broken link sangat banyak, performa SEO bisa terpengaruh negatif. Tautan rusak menghamburkan crawl budget, menurunkan pengalaman pengguna, dan dapat menghalangi transfer otoritas internal link ke halaman yang tepat.

Alat apa saja yang bisa digunakan untuk menemukan broken link?

Google Search Console, Screaming Frog, Sitebulb, Ahrefs, Semrush, plugin broken link WordPress, dan metode pengecekan manual bisa digunakan. Untuk hasil paling sehat, data Search Console dan alat crawling situs harus dievaluasi bersama.

Apakah setiap halaman dengan error 404 harus dialihkan dengan 301?

Tidak. 301 redirect hanya boleh digunakan jika halaman lama memiliki padanan baru yang relevan dan permanen. Jika tidak ada konten setara, tautan bisa dihapus, halaman dibuat 410, atau pengguna disuguhi halaman 404 khusus yang bermanfaat.

Untuk situs kecil, pengecekan sebulan sekali mungkin cukup. Untuk blog yang menerbitkan konten rutin, disarankan dua minggu sekali, sementara untuk situs e-commerce besar disarankan mingguan atau pengecekan harian untuk halaman kritis. Setelah migrasi situs atau perubahan URL, crawling tambahan mutlak diperlukan.

Bagikan artikel ini:

Tim Hostragons

Panduan terkini dari tim ahli kami tentang hosting, server, dan nama domain. Mari kita temukan solusi yang tepat untuk proyek Anda bersama-sama.

Hubungi Kami